Permit System

16-05-17 admin 0 comment

Pengertian Permit System
3Permit System atau Work Permit System (Sistem ijin kerja) adalah Suatu sistem pengelolaan perizinan yang dibuat untuk melindungi kegiatan kerja dan tenaga kerja serta lingkungan sekitar dari terjadinya kecelakaan akibat proses produksi dan atau pemeliharaan.
Permit Sistem juga bisa diartikan sebagai suatu sistem pengawasan dan pencegahan yang baik melalui sistem ijin kerja.
Tujuan Permit system

  1. Mencegah kecelakaan
  2. mencegah kebakaran dan peledakan
  3. mencegah gangguan terhadap proses produksi dan lingkungan sekitarnya
  4. Melindungi manusia dan peralatan akibat kondisi berbahaya

Manfaat dari Permit System

  1. Melindungi tenaga kerja
  2. mencegah kerugian akibat kecelakaan
  3. meningkatkan sikap tanggung jawab dan disiplin kerja
  4. perlindungan hukum jika terjadi kecelakaan
  5. sebagai dasar penyelidikan kecelakaan
  6. sebagai alat kontrol atau pengawasan K3
  7. meningkatkan kinerja K3 di perusahaan

Sasaran permit System
melindungi peralatan dari kerusakan

  1. mencegah bahaya kebakaran
  2. memastikan pekerjaan dilakukan dengan cara yang aman
  3. memberikan arahan mengenai cara yang aman dalam melaksanakan pekerjaan

Keperluan Izin Kerja
Izin diperlukan untuk beberapa pekerjaan berikut ini:

  1. Major dan minor maint work
  2. Inspeksi
  3. Konstruksi
  4. Perubahan (Alteration)
  5. Proses pembersihan peralatan
  6. Memasuki ruang terbatas (Confine Space)
  7. Penggalian
  8. Masuknya kapal/alat angkut ke area berbahaya

beberapa contoh Jenis-jenis Izin Kerja:

  1. Izin Kerja Panas (Hot Work Permit)
  2. Izin Kerja Dingin (Cold Work Permit)
  3. Izin Kerja Penggalian (Digging Permit)
  4. Izin Kerja Masuk Ruang Tertutup (Entry Permit)
  5. Izin Kerja Radioaktif
  6. Izin Kerja Listrik
  7. Izin Kerja Ketinggian

Izin Kerja Panas, yaitu izin kerja untuk melakukan pekerjaan perkerjaan yang menggunakan atau menimbulkan sumber panas atau menyala seperti pekerjaan pengelasan (welding), api dapur, sant blasting, peralatan listrik, dan lain-lain. Unsur yang wajib dihindarkan dalam ijin kerja panas adalah adanya sumber bahan bakar.
 
Tindakan pengamanan:

  • Sebelum melakukan pekerjaan, lingkungan sekitar tempat pengerjaan harus kosong/zerodari bahan bakar seperti bensin, solar, minyak tanah dll serta gas di udara dengan melakukan gas tester.
  • Mengisolir atau mengamankan peralatan-peralatan yang kemungkinan bisa terbakar atau rusak seperti pipa-pipa, kursi meja dll.
  • Memasang tirai air untuk mengurangi atau mengendalikan panas.

Persyaratan Utama Izin Kerja Panas adalah:

  1. Harus benar-benar bebas dari gas yang mudah terbakar
  2. Harus dilakukan pengecekkan gas secara berkala, tidak cukup hanya sekali saja sebelum melakukan pekerjaan.
  3. Harus benar-benar bebas dari sumber bahaya minimal dalam radius 25 meter.

 
Sehingga dalam hal ini Izin Kerja Panas menggunakan prinsip Mengendalikan Bahan Bakar.
 
Izin Kerja Dingin, digunakan untuk melakukan pekerjaan yang tidak boleh menimbulkan sumber panas atau api karena sumber bahan bakar diperkirakan timbul setiap saat dan tidak bisa ditolelir. Sehingga dalam hali ini Izin Kerja Dingin menggunakan prinsip Mengendalikan Panas.
 
Contoh Pekerjan Izin Kerja Dingin:

  1. Menggunakan martil atau palu / pemukul di tanki atau pipa minyak/gas.
  2. Mengecat di daerah rawan bahaya
  3. Memperbaiki pompa atau peralatan proses yang sedang beroperasi.
  4. Menggali di area unit proses produksi

Persyaratan Izin kerja Dingin:

  1. Tidak boleh ada percikan api atau menimbulkan panas
  2. Harus dilakukan tindakan anti percikan api misal dengan membasahi peralatan dengan air, penggunaan martil dari tembaga atau kuningan, dll.
  3. Harus selalu waspada karena adanya sumber gas berbahaya yang tidak dapat dikendalikan misalnya bekerja di lingkungan unit yang sedang beroperasi.
  4. Semua peralatan kerja harus diamankan dari kemungkinan terjadinya percikan bunga api.

Izin Kerja Ruang Tertutup, digunakan ketika memasuki ruang terbatas/tertutup di mana kadar oksigen sangat tidak aman bagi manusia yang melakukan pekerjaan. Dalam hal ini kadar oksigen harus dperhitungkan demi keselamatan pekerja. Sehingga dalam hal ini Izin Kerja Ruang Tertutup atau Terbatas (Confine Space) menggunakan prinsip Mengendalikan Oksigen.
Contoh Pekerjaan Ruang Tertutup:

  1. Masuk dan bekerja dalam tangki bekas berisi bahan cair mudah terbakar
  2. Bekerja dalam ruangan yang ventilasinya tidak cukup memadai
  3. dll

 



Leave a reply