Melihat Peranan Dan Sistem Sertifikasi SNI / ISO 9001-2008 Bagi Produk Industri

23-10-18 admin 0 comment

Peranan dan sistem sertifikasi sni – Keberhasilan peningkatan di bagian teknologi komunikasi serta informatika dan jaringan info dunia saat ini sudah dapat memperpendek jarak geografis ataupun psikologis penduduk dunia. Globalisasi dalam semua sendi kehidupan terwujud karena apakah yang berlangsung di salah satunya sisi dunia akan selekasnya menyebar serta bisa di ketahui oleh sisi dunia yang lain. Globalisasi ekonomi dunia yang saat ini tengah berjalan sebaiknya kita lihat menjadi satu proses alami yang ingin ataukah tidak, harus di terima seperti harusnya.

Menjadi salah satunya konsekwensi logis globalisasi ekonomi itu adaah terjadinya pergeseran langkah pandang dalam pelaksanaan perdagangan internasional yang ke arah perdagangan global. Hal itu memunculkan phenomena-phenomena baru seperti munculnya pasar bebas dunia di mana pada gilirannya akan tingkatkan persaingang bebas di pasar internasional.

Meningkatnya persaingan bebas itu memunculkan efek kedatangan serta menguatnya cenderung kea rah regionaliusasi lokasi ekonomi dunia yang pada intinya adalah pengelompokan kemampuan ekonomi yang dilembagakan dengan resmi. Fakta ini otomatis memberi tanda-tanda pada kita jika proteksionisme bukannya akan menyusut akan tetapi demikian sebaliknya azas “Bilateral Reciprocities” akan makin dituntut oleh satu negara/grup Negara pada beberapa mitra dagangnya.

Seperti sudah kita ketahui bersama dengan, dalam masa globalisasi, perdagangan internasional jadi makin transparan. Indonesia menjadi salah satunya Negara yang sudah di tandatangani Urugay Round WTO harusmengikuti ketentua-ketentuan dalam GATT/WTO yakni lakukan liberalisasi perdagangannya serta tidak lakukan hambatan-hambatan perdagangan berbentuk tariff import, pajak dan sebagainya untukmemproteksi produksi dalam negeri hingga produksi dalam negeri harus berkompetisi dengan jujur dengan produk import.

Karenanya ada ketetapan WTO itu, karena itu banyak Negara terutamanya Beberapa negara maju memakai standard menjadi instrument dalam lakukan kendala perdagangan dengan tersamar untukelindungi rakyatnya. Oleh karenanya beberapa aktor usaha harus sadar akan pentingnya standard danmutu dalam perdagangan, terutamanya perdagangan internasionalnya. Hingga dapatberusaha untuk penuhi semua kriteria dalam standard dalam menghasilkan barang atau layanan.

Searah dengan hal tersebut butuh di tentukan sasaran-sasaran pokok untuk mensupport kebijakan nasional dalam soal standardisasi serta sertifikasi produk yang bisa endukung persaingan internasional dengan membuahkan produk serta layanan yang terjamin kualitasnya. Salah satunya prasyarat untuk ikuti perubahan internasional/global memaksa Indonesia harus memiliki potensi dalam melawan kendala tehnis di bagian perdagangan terpenting bagian standardisasi. Dalammenghadapi persaingan internasional dan untuk tingkatkan perlindungan customer dari produk luar negeri yang masuk ke Indonesia, karena itu memerlukan pelaksanaan penilaian keselarasan dengan lakukan MRA/MOU dan penambahan kualitas produk dalam negeri lewat standardisasi.

Penambahan itu butuh dimbangi dengan penyampaian info tentang standardisasi pada umunya serta kualitas pada terutamanya. Info ini tidak hanya berguna bagikonsumen, juga otomatis akan tingkatkan “Awareness” produsen pada standardisasi serta kualitas. Awareness ini akan menahan dihasilkannya produk yang di bawah standard karena akan dijauhi oleh customer yang telah aware pada kualitas.

Skema Standarisasi Nasional Indonesia ( SNI ) / ISO 9001-2008 Buat Produk Industri Di Indonesia.
Sesuai dengan percepatan pembangunan nasional standardisasi, menjadi salah satunya unsur pendukung dalam pembangunan, begitu terpenting dalam usaha optimalisasi pendayagunaan sumber daya dalam potensi efisiensi produksi serta produktivitas dala penambahan agunan kualitas yang pada gilirannya aka mendukung daya saing perdagangan dalam negeri serta internasional. Potensi ini butuh selalu ditingkatkan hingga faedahnya bisa lebih dirasa oleh semua pihak, karena itu butuh dorongan serta kebijakan dari pemerintah Depperindag menjadi salah satunya lembaga tehnis memiliki peraan yang begitu strategis tingkatkan kualitas produk serta produktivitas buat penduduk dunia usaha ataupun instansi pemerintah lewat penerapan standard Skema Manajemen Kualitas yang laku dengan nasional ataupun internasional. Dalam penerapan Standard Nasional Indonesia (SNI), perusahaan harus mempunyai sistem dokumentasi manajemen kualitas untuk mendapatkan sertifikat Produk Sinyal SNI. Disatu bagian, potensi dunia usaha ataupun instansi pemerintah dalam penerapan standard sistem manajemenmutu belumlah seperti yang diinginkan, di lain sisi tuntutan dunia internasional pada penerapan sistem manajemen kualitas makin bertambah.

Seperti kita ketahui, International Organization for Standardization pada tahun 1987 sudah menerbitkan satu serangkaian standard yan adalah peoman untuk melakukan sistem agunan kualitas yang kita kenal menjadi ISO serie 9001. Terutamanya untuk perusahaan yang membuahkan barang, standard ini sudah daapt di terima serta diadopsi oleh lebih dari 50 negara, baik Negara maju ataupun Negara berkembang, menjadi standard nasional di negaranya semasing. Menjadi contoh Beberapa negara yang sudah mengaplikasikan ISO serie 9001 ialah semua Negara yang tergabung dala MEE serta AFTA, Negara Amerika Serikat, Australia, dinegara Asia seperti Jepang, China serta India, serta semua Negara Asean, Indoesia sudah mengadopsinya jadi Standard Nasional Indonesia (SNI) seri 19:9001.

Skema sertifikasi yang memakai ISO serie 9001 menjadi basic pelaksanannya, sudah dikerjakan oleh lebih dari 40 negara serta banyak negara saat ini tengah menyiapkan sistem penerapan ISO 9001 dinegaranya semasing, pemerintah Indonesia dala hal seperti ini Tubuh Standardisasi Nasional bekerja bersama dengan Departemen Perindustrian serta Perdagangan juga selalu berusaha untuk menyiapkan infrastrukturnya.

Searah dengan pembangunan nasional bagian standardisasi, beberapa instansi sudah alami perkembangan dalam meningkatkan pekerjaan standardisasi. Karena itu butuh dikerjakan kerja sama yang sinergik pada beberapa instansi yang beroperasi di sektor standardisasi, lembaga tehnis berkaitan, dunia usaha serta customer. Kebijakan nasional di bagian standardisasi diantaranya meningkatkan serta mengambil keputusan satu standard yakni SNI serta satu sistem standardisasi nasional.

Salah satunya kegiatan standardisasi ialah perumusan standard yang memiliki arah diantaranya terdapatnya fasilitas pendukung kebijakan pemerintah di bagian ekonomi, social serta budaya, terlindungnya kesehatan, keselamatan serta keamanan customer dan kelestarian lingkungan hidup. Standard bisa dipakai untuk mengusung potensi produsen dalam usaha membuahkan produk berkualitas.

Dalam ”Agreement on Technical barriers to Trade” atau kesepakatan TBT yang bisa jadi kendala tehnis dalam perdagangan ialah standar an ketentuan tehnis. Oleh karenanya buat negara angota WTO, jika ingin mengambil keputusan satu standard atau ketentuan tehnis harus transparan, yakni sebelum standard serta ketentuan tehnis diresmikan harus dinotifikasikan pada beberapa negara anggota untuk memperoleh respon/input.

Pemahaman ketentuan tehnis pada umumnya didalam standardisasi ialah ketentuan yang mewajibkan kriteria tehnis baik dengan cara langsung ataupun dengan mengacu atau mungkin dengan masukkan isi satu standard atau detail tehnis. Sedang standard ialah dokumen yang diputuskan dengan consensus serta disahkan oleh tubuh yang berwenang serta berisi ketentuan, dasar, karakter pekerjaan atau akhirnya, untuk penggunaan umum serta penggunaan berulang. Standard diperuntukkan untuk sampai tingkat kedisiplinan optimum dalam konteks spesifik. Prinsip yang diyakini dalam membuat standard sejauh mungkin saja merujuk pada standard internasional ditujukan supaya mendapatkan pernyataan internasional. Dengan begitu sinkronisasi/harmonisasi SNI dengan standard internasional diinginkan akan tingkatkan manfaat SNI didalam perdagangan nasional ataupun internasional.

SNI yang telah disusun tidak ada fungsinya jika tidak diterapkan oleh dunia usaha dalam pekerjaan yang memakai SNI yang begitu erat hubungannya dengan pekerjaan pemberlakuan standard, akreditasi, sertifikasi, metrology, pembinaan serta pengawasan penerapan standard.

Lewat penerapan SNI buat beberapa produsen diantaranya sangat mungkin lakukan penyederhanaan operasi proses pada semua tingkat, pengurangan type serta macam persediaan bahan baku, komponen serta produk akhir dan penambahan efisiensi serta produktivitas. Sedang buat customer dengan penerapan SNI akan memperoleh seperangkat perlindungan berbentuk agunan kualitas barang serta/ atau layanan.

Berkenaan dengan usaha penambahan export komoditi industry, karena itu Pemerintah sudah ambil beberapa langkah yang dibutuhkan untuk penerapan standard seri ISO 9001 oleh industry nasional lewat pelaksanaan strategis untuk peningkatan pola agunan kualitas nasional tertera di atas. Dalam hal seperti ini sudah dikerjakan beberapa langkah seperti berikut:

  • Mengambil standard seri ISDO 9001 jadi SNI 19-9001.
  • Mengambil seri EN 45000 serta ISO Guide 25 jadi Dasar Dewan Standardisasi Nasional (DSN).
  • Kesadaran akan kualitas serta agunan kualitas pada penduduk industri, pengguna ataupun pada kelompok perguruan tinggi serta aparat pemerintah untuk lebih mengerti ISO 9001.
  • Penerapan ISO 9001 pada perusahaan-perusahaan industri, utamanya BUMN. Dalam hal seperti ini BUMN di lingkungan Departemen Perindustrian serta Perdagangan butuh selekasnya menyiapkan penerapan standard ISO seri 9001 di tempat semasing.
  • Penerapan praktik manajemen serta operasi sistem pengendalian kualitas oleh Laboratorium penguji seperti diisyaratkan dalam ISO Guide 25. Dalam hal seperti ini balai Litbang industri di lingkungan Departemen Perindustrian serta Perdagangan butuh selekasnya menyiapkan penerapan ISO Guide 25 ditempat semasing.
  • Pengaturan pola akreditasi nasional didalam manakah sudah dibuat Komite Akreditasi Nasional yang memberi akreditasi pada Laboratorium-laboratorium Uji serta lembaga-lembaga Sertifikasi Komite Akreditasi Nasional ini akan melakukan kesepakatan saliang pernyataan (Mutual Recognition) dengan Tubuh di Negara lainnya, hingga pola yang berada di Indonesia disadari oleh dunia internasional.

Pengaturan pola sertifikasi didalam manakah lembaga-lembaga sertifikasi menjalankan dengan simultan sertifikasi sistem kualitas, sertifikasi produk, serta sertifikasi personil.
Taktik ataupun beberapa langkah yang sudah diambil pemerintah baru efisien jika pihak industri mengerti pentingnya penambahan produktivitas serta kualitas. Penambahan produktivitas serta kualitas itu bisa dikerjakan lewat penambahan kualitas sdm serta manajemen. Industri yang berkapasitas saing kuat ialah industri yang mempu jamin kualitas produk, dalam soal manakah bisa diraih jika sudah menerapkan sistem manajemen kualitas dengan baik. Karena itu pandangan pada sistem standard kualitas mutlak dibutuhkan, terpenting oleh perusahaan produsen/penyuplai yang fokus export.



Leave a reply