Mengontrol Iklim kerja

19-03-19 admin 0 comment

Iklim kerja berdasarkan suhu dan kelembaban ditetapkan dalam Kepmenaker No. 51 tahun 1999 diatur dengan memperhatikan perbandingan waktu kerja dan waktu istirahat setiap hari dan berdasarkan beban kerja yang dimiliki tenaga kerja saat bekerja (ringan, sedang dan berat).

Ketika suhu berada di atas atau di bawah batas normal, keadaan ini memperlambat pekerjaan. Ini adalah respon alami dan fisiologis dan merupakan salah satu alasan mengapa sangat penting untuk mempertahankan tingkat kenyamanan suhu dan
kelembaban ditempat kerja. Faktor-faktor ini secara signifikan dapat berpengaruh pada efisiensi dan produktivitas individu pada pekerja.

Sirkulasi udara bersih di ruangan tempat kerja membantu untuk memastikan lingkungan kerja yang sehat dan mengurangi pajanan bahan kimia.  Sebaliknya, ventilasi yang kurang sesuai dapat:
 mengakibatkan pekerja kekeringan atau kelembaban yang berlebihan;
 menciptakan ketidaknyamanan bagi para pekerja;
 mengurangi konsentrasi pekerja, akurasi dan perhatian mereka untuk
praktek kerja yang aman.

Agar tubuh manusia berfungsi secara efisien, perlu untuk tetap berada dalam kisaran suhu normal. Untuk itu diperlukan iklim kerja yang sesuai bagi tenaga kerja saat melakukan pekerjaan.  Iklim kerja merupakan hasil perpaduan antara suhu, kelembaban, kecepatan gerakan udara dan panas radiasi dengan tingkat panas dari tubuh tenaga kerja sebagai akibat dari pekerjaannya.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah atau memperbaiki kontrol iklim kerja?

  •  Pastikan bahwa posisi dinding dan pembagi ruangan tidak membatasi aliran udara;
  • Sediakan ventilasi yang mengalirkan udara di tempat kerja, tanpa meniup langsung pada mereka yang bekerja dekat itu;
  • Mengurangi beban kerja fisik mereka yang bekerja dalam kondisi panas dan memastikan mereka memiliki air dan istirahat yang cukup.


Leave a reply

WhatsApp WhatsApp Kami