Kira-kira disini apa sudah ada yang mengerti apa itu Safety passport ?. Barangkali ada yg sudah mengerti, atau sama sekali baru kaliini saya mendengar atu tahu perihal prashe “Safety Passport”. Nah, dari pada banyak basa-basi, mending langsung simak penjelasan berikut ya.

Jadi, safety passport itu merupakan sebuah dasar seseorang dapat terjun/menjalankan sebuah sistem keselamatan dan kesehatan kerja dan langkah-laangkah yang harus diperhatikan dalam sebuah pekerjaan, baik dari segi karyawan, produk, waktu yang dapat merugikan perusahaan.

Kegunaan dari safety passport itu sendiri, yaitu:
1. Cara mengetahui atau mengidentifikasi bahwa seorang pekerja layak.
2. Pengganti untuk penilaian risiko.

Adapun manfaat dan keuntungan dalam safety passport, yaitu:
1. Dapat membantu mengurangi kecelakaan dan sakit akibat bekerja.
2. Dapat membantu melihat dampak yang signifikan dan mengurangi, meminimalkan dan kontribusi terhadap lingkungan.
3. Dapat menghemat waktu dan biaya.
4. Dapat membantu perusahaan dalam memperkerjakan seorang karyawan.

Disamping itu juga safety passport mempunyai alat yang dapat mengindentifikasi dan atau yang dapat membantu sebuah perusahaan atau instansi dalam meminimalkan risiko kerja yaitu dengan safety passport 7 rules. Safety passport 7 rules merupakan sebuah alat untuk menganalisis sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dari aspek setiap pekerja.

Safety passport 7 rules dapat juga disebut sebagai manajemen risiko yang mampu mengidentifikasi, mengevaluasi dan memilih prioritas risiko dan mengendalikan risiko dengan melakukan pendekatan pada pekerja atau
karyawan.

Kelebihan dari safety passport 7 rules, yaitu:

1. Sistem keselamatan dan kesehatan kerjanya hanya pada aspek pekerja/ pegawai,
2. Penggunaan dan atau implementasinya lebih cocok kepada perusahaan konstruksi.

Kekurangan dari safety passport 7 rules, yaitu:
1. Hasil yang didapat dalam proses pengolahan data tidak akurat,
2. Tidak dapat diterapkan pada proses perakitan (assembly).

SPIE (Security Profesionals Information Exchange) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis salah satunya pada dunia konstruksi. Dengan hampir 400 lokasi di 30 negara dan 29.000 karyawan, SPIE menyediakan layanan dan solusi teknis efisien yang merespon pelanggan sekarang, dan masa depan, baik lokal maupun internasional.

Prinsip dari SPIE itu sendiri “ambisi bersama” yaitu menciptakan bisnis yang berkelanjutan dalam pelayanan dunia yang berkelanjutan. Dalam penyelesaian dalam melakukan proyek, SPIE mempunyai sepuluh prinsip panduan,
keyakinan, dan terlibat Group pendekatan terstruktur, diantaranya:

  • Perilaku etika
  • Perlindungan lingkungan
  • Pengawasan kesehatan dan keselamatan
  • Menghormati karyawan
  • Pelatihan dan investasi
  • Mempertimbangkan keragaman
  • Lokal komitmen
  • Fokus pelanggan
  • Rasa tanggung jawab
  • Manajemen resiko

Dibawah ini merupakan 7 aturan SPIE yang dapat digunakan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Menjalankan setiap perubahan suatu perilaku dengan menggunakan “7 aturan”, diantaranya:

  1. Saya harus mencari keadaan tempat yang berpotensi bahaya. Bahaya, risiko, keadaan bahaya/ waspada/ bunyi/ jalan bahaya/ ergonomi/ pemeliharaan-daya angkat/ ruang tertutup/ zat berbahaya/ api/ bahaya listrik/ membatasi tempat/ pelindung dada/ bekerja diketinggian/ penggunaan peralatan.
  2. Saya harus berpikir sebelum melakukan tindakan.
  3. Saya harus melindungi diri dengan menggunakan PPE (Personal Protect Equipment).
  4. Saya harus mengikuti aturan dan prosedur.
  5. Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
  6. Saya harus menolak ide-ide lama.
  7. Saya harus segera bertindak dan menginformasikan kepada atasan saya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *