Fault Tree Analysis, Metode Analisis Kecelakaan Kerja

07-05-19 admin 0 comment

Perkembangan dunia keselamatan kerja kini semakin pesat. Begitu banyak ilmu, referensi, standard dan metode-metode yang baru guna terciptanya tempat kerja yang semakin selamat dan sehat. Hal-hal baru tersebut justru lahir dari sesuatu yang paling tidak diharapkan oleh para ahli K3, yaitu kecelakaan kerja.

Para ahli K3 belajar dari kecelakaan kerja setelah melakukan analisis mendalam tentang penyebab dasar kecelakaan tersebut. Kemudian mereka membuat terobosan-terobosan baru guna mencegah agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali. Maka analisis kecelakaan kerja menjadi penting agar kita bisa melakukan peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kita. Salah satu metode analisis kecelakaan kerja adalah dengan metode Fault Tree Analysis.

fault tree

Gambar 1. Ilustrasi Pohon

Fault Tree analysis (FTA) adalah Sebuah tekhnik untuk menghubungkan beberapa rangkaian kejadian yang menghasilkan sebuah kejadian lain. Metode ini menggunakan pendekatan deduktif yang mencari penyebab dari sebuah kejadian. Metode ini dipakai untuk investigasi kecelakaan kerja dengan cara menganalisis penyebab langsung hingga penyebab dasar dari kecelakaan kerja itu sendiri. Untuk memudahkannya kita harus paham teori domino sebagai berikut:

teori domino

Gambar 2. Teori Domino Heinrich

Dari teori di atas bisa disimpulkan bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja diawali oleh lemahnya kontrol sehingga memunculkan sebab dasar kecelakaan lalu sebab langsung dari kecelakaan. Ini artinya apabila salah satu dari kartu domino sebelum kerugian diambil, maka tidak akan muncul kerugian.

Fault Tree Analysis menggunakan prinsip ini untuk mengetahui penyebab dasar dari sebuah kecelakaan. Literatur FTA banyak menyebutkan tentang simbol-simbol penyebab serta gerbang penghubung (Gates) yang terdiri dari Gerbang “Dan” serta “Atau”.

Simbol RCA

Gambar 3: Simbol dalam Fault Tree Analysis

Namun, Bill Vesely dari Kantor Pusat NASA menyatakan bahwa Gerbang “Dan”, “Atau” serta simbol simbol yang lain tidak diperlukan apabila suatu kejadian merupakan sebuah “State of System” yang berarti penyebab tidak muncul dari 1 alat/kondisi saja namun merupakan hasil interaksi dari berbagai macam penyebab. Hal ini bisa diterapkan dalam kasus kecelakaan kerja karena dalam kecelakaan kerja selalu terdiri dari berbagai macam penyebab.

Untuk memudahkan dalam memahami Fault Tree Analysis Kecelakaan Kerja simak contoh studi kasus berikut:

“Di sebuah kantor, seorang pekerja mendapatkan retak tulang di tangan dan kaki setelah ia terjatuh dari tangga kantor dan kepalanya membentur anak tangga. Dari hasil investigasi ditemukan fakta bahwa ia terpeleset di tangga akibat adanya tumpahan air di tangga dari minuman karyawan lain.

Kantor dia memiliki jasa kebersihan (cleaning service) untuk membersihkan ceceran air. Namun, tidak ada seorangpun yang meminta operator jasa kebersihan untuk membersihkan tumpahan tersebut meski sudah banyak yang mengetahuinya. Karyawan yang menumpahkan air pun sebenarnya tahu kalau airnya tumpah, namun ia lupa untuk melaporkan ke jasa kebersihan.

Dari pengakuan korban, ia menuturkan bahwa ia tidak memegang handrail di saat naik dan turun tangga meski terdapat handrail (pegangan tangga) di setiap sisi tangga namun dari pengamatan, hanya 1 dari 10 orang yang memegang handrail saat naik dan turun tangga. Ternyata, memang tidak ada instruksi atau rambu khusus yang memerintahkan untuk memegang handrail tangga.”

Setelah dilakukan pembahasan RCA oleh tim pekerja kantor, maka hasil RCA dengan menggunakan fault tree menjadi seperti ini:

RCA Fault Tree

Gambar 4. Hasil Root Cause Fault Tree Analysis

Dari RCA di atas, dapat disimpulkan penyebab dasar dari kecelakaan di atas adalah Pekerja Tidak Menyadari Bahaya Tumpahan Air di tangga dan Tidak ada program untuk pegang handrail di tangga.

Adapun hal-hal penting yang perlu diperhatikan dari Analisa Fault Tree Sederhana ini adalah:

  • Analisa dimulai dari kanan dan di akhiri di kotak paling kiri
  • Kotak paling kanan adalah kotak yang menggambarkan kerugian yang didapat
  • Setiap kotak dihubungkan oleh garis yang berarti “kotak di sebelah kanan disebabkan oleh kotak di sebelah kiri”
  • Apabila ada 1 kotak di kanan yang disebabkan oleh lebih dari 1 kotak di kiri maka hubungan antara kotak-kotak itu adalah “dan”. Sebagai contoh: Kotak “Pekerja terpeleset di tangga” disebabkan 4 hal yaitu:
    1. Pekerja tidak menggunakan sepatu anti slip
    2. Pekerja berjalan di tangga
    3. Terdapat ceceran air di lantai
    4. Pekerja tidak memegang handrail tangga

Jika seperti di atas, maka itu berarti ke-4 penyebab HARUS ada untuk bisa menghasilkan “Pekerja terpeleset di tangga”. Ini juga berarti jika salah 1 dari ke-4 penyebab itu hilang, maka “Pekerja terpeleset di tangga” tidak akan terjadi.

Contoh:

  1. Pekerja tidak menggunakan sepatu anti slip à apabila pekerja menggunakan sepatu anti slip apakah pekerja terpeleset? Tidak
  2. Pekerja berjalan di tanggaà Apabila pekerja tidak berjalan di tangga apakah pekerja terpeleset? Tidak
  3. Terdapat ceceran air di lantai à Apabila tidak ada ceceran air di lantai apakah pekerja terpeleset? Tidak
  4. Pekerja tidak memegang handrail tangga à apabila pekerja memegang handrail apakah pekerja terpeleset? Tidak
  • Semua penyebab yang memang sudah sesuai dengan prosedur, kewajaran, atau merupakan aktifitas sehari-hari, diberikan keterangan “Normal”
  • Semua penyebab yang memang belum diketahui penyebabnya apa, maka diberikan keterangan “Kenapa?”. Hal ini dimungkinkan mengingat tidak semua fakta kita bisa kumpulkan dengan baik
  • Bekerjalah membuat RCA dengan tim. Terlebih dahulu harus mengumpulkan fakta yang tipsnya bisa dibaca dalam tulisan saya di sini

Kelebihan dari analisa kecelakaan melalui metode fault tree analysis adalah:

  1. Secara gamblang menjelaskan semua perbedaan interaksi penyebab untuk menghasilkan kerugian
  2. Penyebab dasar dan logis dalam penyebab kerugian bisa dimengerti
  3. Dapat membuat tindakan pencegahan yang tepat untuk mengeliminir penyebab dasar sehingga kerugian yang sama tidak akan muncul lagi
  4. Dapat menghitung evaluasi kualitatif dan kuantitaif dari kerugian

REFERENSI

Caponigro, A. (2014). Root Cause Analysis. France.

Pandey, M. (n.d.). Fault Tree Analysis. Waterloo.

Vesely, B. (n.d.). Fault Tree Analysis (FTA):Concepts and Applications. Head Quarter NASA.



Leave a reply

WhatsApp WhatsApp Kami