OPERATOR GONDOLA

1.     Pendahuluan

Dalam pengoperasian alat berat banyak hal dan aspek yang harus diperhatikan, mulai dari ketrampilan dan skill operator, prosedur pengoperasian alat, aspek keselamatan kerja (K3) dan aspek perawatan dan troubleshooting. Alat berat ini merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja bilamana tidak ditangani secara baik dan benar.
Pelatihan K3 Operator Alat Berat dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan menuju produktivitas dan efisiensi untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Dalam rangka penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), diperlukan operator-operator alat-alat Berat yang memiliki kualifikasi sebagaimana ditetapkan oleh peraturan perundangan. Keberadaan operator yang kompeten, akan dapat meminimalkan risiko kecelakaan selama mengoperasikan peralatan-peralatan tersebut.
Bahaya yang umum terjadi pada pengoperasian Gondola adalah abmruk, jatuh, macet diperjalanan, serta cedera pada pekerja selama pemeliharaan. Banyaknya kecelakaan disebabkan karena operator mengalami tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan, tidak terlatih dll.

2.     Landasan Hukum

  • UU 1/70 tentang Keselamatan Kerja,
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER.05/MEN/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut;
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi R.I. No. PER. 09/MEN/VII/2010 tentang operator dan petugas pesawat angkat dan angkut.

3.     Tujuan Pelatihan

  • Agar Operator Gondola dapat bekerja efisien
  • Memahami protokol keselamatan yang harus dipatuhi
  • Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan operator Gondola dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga tidak ada penumpang yang mengalami kecelakaan

4.     Materi Pelatihan

  • Kebijakan K3.
  • Peraturan perundang-undangan pesawat angkat dan angkut.
  • Konsep dasar K3 dan P3K.
  • Pengetahuan dasar Gondola.
  • Pengetahuan dasar motor listrik.
  • Perangkat keselamatan kerja (safety device).
  • Tali kawat baja dan Alat Bantu Angkat (ABA).
  • Sebab-sebab dan analisa kecelakaan pada Gondola.
  • Menghitung berat beban.
  • Pengoperasian aman.
  • Perawatan dan pengoperasian.
  • Ujian teori dan praktek.

5.     Waktu dan Tempat Pelatihan

Tentative. Akan ditentukan setelah mencapai kuota minimal 10 peserta.

6.     Peserta Pelatihan

Pelatihan ini perlu untuk diikuti oleh operator Gondola dengan minimal pendidikan SLTP/sederajat.

7.     Instruktur Pelatihan

Instruktur yang akan memberikan pelatihan adalah instruktur senior dari Kemnaker, dan dari PT Prashetya Quality yang berpengalaman.

8.     Biaya Pelatihan

  • Public Training: Rp 3,500,000,- / Peserta
  • In-house Training: Untuk mendapatkan harga terbaik, hubungi Sandi, 081807927910
  • Pembayaran melalui rekening atas nama PT Prashetya Quality KCP Mandiri cabang TMII, Nomor Rekening 126-000-5226302

9.     Fasilitas Pelatihan

Kepada peserta yang lulus ujian, akan diberikan sertifikat dari KEMNAKER dan PT Prashetya Quality. Coffe Break 2x dan Lunch 1x per hari, Training Kit, Kaos, Modul, dan Souvenir.