Penerapan K3 di suatu perusahaan itu penting sekali sebab merupakan salah satu pemenuhan aspek hukum terkait Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, UU Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dan UU Nomor 40 Tahun 2001 tentang Pembinaan Hubungan Industrial serta peraturan dan perundang-undangan lainnya..Selian itu, hal positif lainnya adalah perusahaan tersebut pencitraan jadi bagus. Biasanya juga menjadi tuntutan konsumen.
Untuk perusahaan atau industry kecil pada umumnya belum sepenuhnya mampu melakukan penerapan aspek k3 dengan baik. Hal ini biasanya dilatarbelakangi oleh masalah biaya. Padahal kalau ditelaah lebih dalam biaya K3 bukan cost melainkan investasi. Misal saja terjadi accident kemudian pekerja meninggal, berapa hari pekerjaan akan terhenti, pencitraannya juga jadi buruk, dan otomatis produksi stop.
Baru-baru ini Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi merekomendasikan adanya peningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja di Negara-negara Asia dan Eropa. Terutama dalam menghadapi persaingan perdagangan internasional, azas penerapan K3 merupakan syarat utama yang berpengaruh besar terhadap nilai investasi, kualitas dan kuantitas produk, kelangsungan usaha perusahaan serta daya saing sebuah negara.
Jadi kesadaran dan kerja sama dari semua pihak untuk mendukung penerapan K3 sebagai salah satu upaya menarik investasi dan meningkatkan pembangunan perekonomian di Negara-negara Asia dan Eropa. Dengan adanya perlindungan kerja yang maksimal, dapat dipastikan akan berpengaruh pada ketenangan bekerja, produktifitas, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja. Dengan adanya penerapan K3 dalam aktivitas kerja , diharapkan dapat menekan terjadinya kasus- kasus kecelakaan kerja yang selama ini banyak terjadi pada sector konstruksi, perhubungan baik darat, laut, dan udara, pertambangan serta sector lainnya.