Kehidupan di Offshore

Bekerja adalah tuntutan hidup, dengan bekerjalah kita akan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Bidang pekerjaan yang kita lakukan pun beragam jenisnya. Idealnya bekerja itu adalah didarat (on-shore), sehingga setelah kita melaksanakan pekerjaan itu akan kembali ke kehidupan normal di keluarga masing-masing.
Namun buat sebagian kecil orang terutama yang bekerja pada bidang oil dan gas baik itu pada saat kontruksi, installasi, pemeliharaan, inspeksi, ataupun produksi dikarenakan tuntutan pekerjaannya terpaksa harus bekerja dan tinggal di living quarter platform yang berada ditengah laut. Dalam tulisan ini saya menyebut para pekerja itu dengan pekerja offshore.
file_10_1_5_2013_22_54_17_160_72-preview
Mereka pun Harus Berjuang di Tengah Lautan Demi Mencari Nafkah
Tidak semua orang menyukai pekerjaan di offshore, terlebih buat mereka yang tidak biasa meninggalkan keluarganya berbulan bulan. Bukan hanya dari sisi kehidupan yang terpencil dari kehidupan normal pada umumnya, tapi juga dibutuhkan mental yang luar biasa. Ibaratnya kalau mereka sudah menginjakan kakinya di platform, yang ada dipikirannya adalah bekerja dan bekerja. Berusaha mengumpulkan uang sebanyak mungkin demi keluarganya dirumah.

Tidak mudah untuk seseorang bisa bekerja di offshore, terlebih bila harus stay di living quarter platform, bukan saja karena terbatasnya akomodasi yang ada disana, tetapi kompetensi dari skill mereka juga menjadi dasar yang utama.ada beberapa persyaratan yang wajib di penuhi sebelum mereka berangkat ke offshore. 
Hal ini terkait dengan factor keselamatan dalam perjalanan menuju ke lokasi tersebut, perjalanan menuju offshore biasanya menggunakan helicopter,atau crew boat. Semua itu tergantung dari jauh dan tidaknya lokasi yang hendak ditempuh. Namun biasanya perusahaan minyak yg besar selalu menggunakan helicopter sebagai sarana menuju lokasi kerjanya. Syarat mutlak yg harus dipunyai oleh para pekerja offshore sebelum menuju lokasi adalah harus mempunyai sertifikat kursus H.U.E.T ( Helicopter underwater escape training ) dan Sea Survival. Hal ini dimaksudkan apabila terjadi kecelakaan selama dalam perjalanan para pekerja offshore itu sudah tau bagaimana cara menyelamatkan diri masing masing. Kursus ini terbilang cukup mahal akan tetapi perusahan akan membiayai semua keperluan tersebut.
Living Quarter Platform adalah platform yang hanya diperuntukan untuk akomodasi para pekerja offshore, semua pekerja offshore dari level tertinggi sampai terendah berada di disini, kamar kamarnya pun sangat terbatas, biasanya 1 kamar terdiri dari 2 tempat tidur dan 1 kamar mandi. Kamar dengan kondisi ini biasanya untuk level staff keatas, tapi untuk para pekerja lapangan mereka menempati kamar yang terdiri dari 2 tempat tidur susun dan 1 kamar mandi, semua kamar selalu dilengkapi TV dengan antena parabolanya sehingga dapat menyaksikan siaran dari berbagai acara diseluruh dunia, juga dilengkapi dengan fasilitas wifi, serta fasilitas lain seperti handuk dan sabun pun juga tersedia.

Living quarter ini juga dilengkapi dengan fasilitas olah raga seperti fitness centre, bilyar, dan karaoke room. Restaurant yang selalu buka 24 jam dengan menu yang 4 sehat 5 sempurna. Dengan sajian menu yang berubah setiap harinya. Juga klinik yang selalu standby dengan dokter jaganya. serta mushola dan perpustakaan pun ada disana. Bisa dikatakan semua kebutuhan dasar para pekerja itu ada diplatform ini.
Jarak dari living quarter platform ini dengan platform lainnya seperti process platform atau wellhead platform hanya berbatasan dengan bridge, sehingga untuk mencapai lokasi kerja hanya dibutuhkan waktu beberapa menit saja,dan semua platform yang ada dilokasi itu terhubung dengan jembatan.

Hal yang harus diperhatikan ketika mereka sampai ditempat ini adalah harus melapor ke Radio room, ditempat ini biasanya para pekerja offshore itu akan mendapatkan penjelasan tentang tata cara dan aturan selama tinggal di platform tersebut, penjelasan itu biasanya mengenai safety dan muster point apabila terjadi bahaya kebakaran dan gas beracun H2S. juga tanda tanda alarm. Setelah mendapatkan penjelasan itu lalu mereka akan diberikan kamar sesuai dengan ketersediaan kamar yang kosong saat itu,
Jam kerja di offshore biasanya 12 jam, pada umumnya dari jam 6 pagi hingga 6 petang, dan selalu ada 2 shift yaitu shift pagi dan shift malam. Didalam 12 jam waktu kerja itu ada waktu coffe break jam 9 pagi selama 15 menit, kemudian lunch break jam 12 siang sampai jam 1 siang,biasanya setelah makan mereka menyempatkan untuk tidur, lalu coffe break kembali jam 3 sore selama 15 menit. Ini berlaku untuk yang shift pagi, begitu pun untuk shift malam sama juga, hanya waktunya saja yang berbeda. Begitulah rutinitas mereka setiap harinya, tidak ada waktu libur selama di offshore, oleh karenanya mereka harus benar benar menjaga kondisi selama bekerja disana, dengan waktu kerja yg 12 jam itu membuat kondisi mereka sudah sangat lelah, sehingga setelah selesai bekerja dan mandi, mereka segera menuju restaurant untuk makan malam kemudian sejenak santai sambil merokok ( bagi perokok), lalu kembali ke kamar masing masing dan tidur. Kemudian bangun keesokan harinya dan kembali memulai aktivitas yang sama.
Pada umumnya schedule para pekerja itu adalah 4 : 4. Maksudnya adalah 4 minggu on dan 4 minggu off. Schedule ini berlaku untuk level superintendent keatas, untuk staff biasa 8 : 4, dan untuk level pekerja lapangan 12 : 4. Tetapi masing masing perusahaan biasanya berbeda dalam mengatur schedule para pekerjanya, semua ini tergantung dari policy perusahaan itu, dan pada saat off semua pekerja itu kembali ke keluarganya masing masing.

 

 Aturan yang diterapkan di offshore sangatlah ketat, semua harus mentaati aturan yg berlaku, baik itu selama bekerja, dan juga setelah selesai bekerja, masalah safety menjadi yang utama, karena kecerobohan sedikit saja akan membawa dampak yg luar biasa. Oleh karenanya peranan supervisor dalam mengawasi anak buahnya merupakan hal yang wajib dilaksanakan. Bahkan bisa saja pekerja itu langsung di pulangkan bila memang dianggap perbuatannya dapat membahayakan orang lain, perbuatan itu mencakup skill dan tingkah laku. Kedisplinan juga merupakan prioritas yang utama.

Dari sisi penghasilan, gaji untuk para pekerja offshore bisa dikatakan besar. Umumnya mereka dibayar dengan US Dollar, dan dijamin dengan asuransi yg cukup apabila terjadi hal hal yang tidak di inginkan. Oleh karenanya tidak heran banyak pekerja offshore yang sudah puluhan tahun bekerja dilingkungan itu, semua itu dilakukan hanya demi keluarganya dan mencari penghidupan.

 

Sumber : http://generasi21.blogspot.co.id/2015/10/kehidupan-di-offshore.html

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai Whatsapp Kami