Mensosialisasikan K3, begini caranya !

10-01-18 admin 1 comment

Mengingat pentingnya penerapan K3, untuk mencegah Potensi Bahaya dan Risiko di Tempat Kerja maka dibutuhkan sosialisasi terkait K3 pada tempat kerja.
Sosialisasi dalam K3 tentu disebut sangatlah penting dengan menyadari pentingnya pengupayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sebab semua yang terjadi pada kariawan merupakan tanggung jawab dari perusahaan tempat ia bekerja.
Namun pada praktiknya hal terkait keselamatan kerja masih seringkali diabaikan, terutama pada penggunaan APD (Alat Pelindung Diri). Sampai sejauh ini, masih sering dijumpai para pekerja yang melaksanakan tugasnya tanpa dilengkapi alat-alat keselamatan.

Ilustrasi : Sosialisasi K3 di tempat kerja

Ilustrasi : Sosialisasi K3 di tempat kerja

Resiko terjadinya kecelakaan kerja masih sangat tinggi, apapun jenis pekerjaannya, baik di lapangan maupun di kantor. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah kecelakaan kerja di beberapa perusahaan luar. Mengingat tingginya angka kecelakaan dibeberapa perusahaan lain serta potensi kecelakaan kerja disekeliling para pekerja sangat besar.

Hal ini, membuktikan modernisasi tidak berarti memiliki budaya yang baik, terutama budaya keselamatan kerja di setiap perusahaan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja di perusahaan memiliki peranan penting di antaranya perlindungan tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja, menjamin agar setiap sumber produksi dapat dipakai secaraaman dan efisien, serta menjamin agar proses produksi dapat berjalan lancar.

Melalui setiap aktivitas yang dilakukan diinginkan dapat membuat kenyamanan dan memberi perlindungan dan hak untuk beberapa pekerja dan perusahaan. Tetapi, disisi lain pekerja dituntut harus sama-sama penuhi hak dan kewajibannya semasing. Hal semacam itu ditujukan agar terjadinya pencapaian produktivitas yang maksimal hingga terwujudnya iklim kerja dan budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang baik.
Tujuan dari aktivitas yaitu :

  • Tingkatkan efektivitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terarah dan terintegrasi.
  • Menghindar dan kurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh dan serikat pekerja.
  • Membuat tempat kerja yang aman, nyaman, dan efektif untuk mendorong produktivitas

Para tenaga kerja harus mengetahui Prosedur K3 yang ditempatnya bekerja dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin. Kedisiplinan dan Ketaatan tenaga kerja terhadap prosedur K3 yang ditetapkan perusahaan merupakan jalan untuk keberhasilan tujuan bekerja, Kedisiplinan atau Ketaatan tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara :

  1. Perilaku yang mencerminkan nilai – nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.
  2. Mampu membedakan segala yang boleh dilakukan, tidak boleh dilakukan, dan harus atau wajib dilakukan.
  3. Bersikap taat, tertib sebagai hasil pengembangan dari latihan pengendalian, pikiran, dan pegendalian watak.
  4. Memahami dan melaksanakan secara baik mengenai sistem aturan perilaku norma, kriteria, dan standar sehingga dapat mengontrol perilaku sehari – hari.


Discussion

  • mustakim

    ijin copas untuk laporan intern

    10-01-18 Balas

Leave a reply