Rangkaian Kecelakaan Kerja dan Metode Pencegahannya

16-01-18 admin 0 comment

Artikel yang cukup bagus untuk kita ulas. Mengenai Pencegahan kecelaakaan kerja dan metodenya.
Pencegahan kecelakaan adalah ilmu dan seni, karena enyangkut masalah sikap dan perilaku manusia, masalah teknis seperti peralatan dan mesin serta masalah lingkungan.
Pengawasan diartikan sebagai petunjuk atau usaha yang bersifat koreksi terhadap semua permasalahan tersebut. Dimana usaha tersebut merupakan faktor penting pada setiap tempat kerja yang akan menjamin K3 serta dapat mengurangi atau mencegah kerugian pada kegiatan produksi industri.
Rangkaian kejadian-kejadian penyebab kecelakaan kerja yang disebut juga faktor domino ini diantaranya:
a. Kelemaha pengawasan managemen atau lack of control management
Pengawasan ini diartikan sebagai fungsi managemen berupa perencanaan, pengorganisasian kepemimpinan atau pelaksana dan pengawasan. Partsipasi aktif management menentukan keberhasilan dari sistem K3.
Dalam hal ini tugas seorang pelaksana atau pemimpin selain memahami tugas operasional juga harus mampu:

  • memahami program pencegahan kecelakaan
  • memahami standart kerja dan mencapai standart
  • membina, mengatur, mengevaluasi bawahannya.

b. Sebab Dasar
Ada beberapa sebab dasar yang memungkinkan munculnya resiko dari kecelakaan pada dunia kerja dapat terjadi, diantaranya:

  • Kebijaksanaan dan keputusan management
  • Faktor manusia atau pribadi yang melliputi; kurangnya pengetahuan atau keterampilan maupun pengalaman, tidak ada motivasi, masalah fisik dan mental.
  • Faktur yang meliputi ingkungan/pekerjaan seperti; kurangnya atau tidak ada standart kerja, kurang desain dan pemeliharaan, serta pemakaian alat maupun bahan yang berlebihan atau abnormal.

c. Sebab yang merupakan gejala atau symptom
Hal ini berkaitan erat dengan masih adanya tindakan aman dan kondisi tidak aman.
Metode Pencegahan Kecelakaan pada Dunia Kerja
Merupakan program terpadu, koordinasi dari beberapa aktivitas pengawasan atas sikap, pengetahuan dan kemampuan. dalam hal ini dikenal dengan 5 tahapan pokok yaitu:
a. Organisasi K3
K3 tidak bisa dilakukan orang perorang atau bisa dikatakan perlu adanya organisasi yang struktural seperti safety departement atau departemen K3 yang dapat bertindak fungsional sebagai safety committee atau panitia pembina K3.
Untuk dapat berjalan dengan baik, maka K3 harus didukung oleh:

  1. Safety Director yang bertindak sebagai seorang pemimpin
  2. Safety Engineer atau seseorang yang menguasai keselamatan secara teknis
  3. Adanya dukungan managemen
  4. Prosedur yang sistematis, kreatif, pemeliharaan motivasi dan moral pekerja.

b. Menemukan fakta atau masalah
Hal ini bisa dilakukan melalui cara lewat survey, inspeksi, observasi, investigasi dan review of record atau melihat data yang lalu.
c. Analisis
Untuk memecahkan masalah yang ditemukan pada tahap ini harus dikenali mengenai:

  1. Sebab utama masalah tersebut,
  2. Tingkat kekerapannya atau frequency rate
  3. Lokasi
  4. Kaitannya dengan manusia atau kondisi

Sehingga nantiya bisa dihasilkan satu atau lebih alternatif pemecahan.
d. Pemilihan/penerapan alternatif/pemecahan
Beberapa alternatif pemecahan sebagai seleksi untuk ditetapkan satu pemecahan yang benar-benar efektif dan effisien serta dapat dipertanggung jawabkan.
e. Pelaksanaan
Setelah ditetapkan alternatif pemecahan yang kemudian diikuti sebuah tindakan atau pelaksanaannya maka dibutuhkan pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan. salah satu metode pencegahan kecelakaan oleh Johnson, MORT dalam bentuk “The Performance Cycle Model”

Diagram pemecahan permasalahan
Diagram pemecahan permasalahan

Menurut ILO atau International Labour Organitation, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengindari pengulangan atau terjadinya kecelakaan kerja yang sama, diantaranya yaitu:

  1. Standarisasi
  2. Inspeksi
  3. Riset teknis
  4. Riset medis
  5. Riset psikologis
  6. Riset statistik
  7. Pendidikan
  8. Latihan
  9. Persuasi
  10. Asuransi
  11. Penerapan point 1 hingga 10 di tempat kerja.

Jika kesebelas point tadi diperinci kembali maka beberapa hal penting yang perlu diperhatikan diantaranya yaitu:

  • Peraturan perundangan, dalam ha ini meliputi adanya ketentuan dan syarat-syarat K3 yang up to date, penerapan semua aturan K3 sejak tahap awal, dan yang terakhir yaitu pengawasan K3 langsung di tempat kerja.
  • Standarisasi yang meliputi adanya pemenuhan standard tentang K3.
  • Inspeksi yang perlu dilakukan terhadap pelaksanaan K3 dan produksi, meliputi tempat kerja, mesin, pesawat atau alat dan instalasi yang memenuhi persyaratan K3.
  • Riset dalam hal ini meliputi teknis, medis, psikologi dan statistik untuk menunjang kemajuan dari K3.
  • Pendidikan dan Latihan yang meliputi kegiatan peningkatan kesadaran akan arti pentingnya K3.
  • Persuasi berupa cara pendekatan K3 secara pribadi dan bukan dengan sangsi-sangsi.
  • Asuransi, dalam hal ini dengan premi yang lebih rendah terhadap perusahaan yang memenuhi syarat K3 dengan FR (Frequency rate) dan SR (Safety Rate) kecil.
  • Penerapan K3 ditempat kerja yang harus siaplikasikan pada lingkungan kerja agar tercapai dan terpenuhi syarat-syarat K3.

Dengan mempelajari Rangkaian Kecelakaan Kerja dan menerapkan Metode Pencegahannya, maka kemungkinan resiko kerja yang terjadi bisa ditekan/dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Sumber Artikel : https://www.plengdut.com/rangkaian-kecelakaan-kerja-dan-metode-pencegahannya/5709/


Leave a reply