Hazop (Hazard Operability) jamak dilakukan untuk menganalisa bahaya terutama pada industri proses. Tulisan ini akan membahas seputar Hazop terutama hal-hal dasarnya seperti pengertian, sejarah, tujuan, metode dan lain-lain.

Pengertian Hazop

Berbagai ahli memberikan pengertian atau definisi Hazop, di antaranya:

American Institute of Chemical Engineers (AIChe) memberikan pengertian Hazop sebagai:

A Hazop study (often referred to as “a Hazop”) is a structured, text-oriented technique that identifies potential hazards and operability problems in a defined system” [ Studi Hazop (sering disebut sebagai sebuah “Hazop”) merupakan teknik yang terstruktur, berorientasi terhadap teks yang mengidentifikasi bahaya potensial dan masalah terkait dengan kemampuan operasi dalam sebuah sistem tertentu].

Center for Chemical Process Safety (CCPS) di dalam websitenya memberikan pengertian Hazop sebagai:

“A systematic qualitative technique to identify process hazards and potential operating problems using a series of guide words to study process deviations.” [ Teknik kualitatif sistematik yang digunakan untuk mengidentifikasi bahaya proses dan masalah operasi potensial dengan menggunakan sejumlah kata bantu untuk membantu mempelajari penyimpangan proses]

Stein Haugen, seorang peneliti dari NTNU (Norwegian University of Science and Technology), memberikan definisi Hazop sebagai:

A Hazard and Operability (HAZOP) study is a structured and systematic examination of a planned or existing process or operation in order to identify and evaluate problems that may represent risks to personnel or equipment,or prevent efficient operation.” [ Studi Hazard and Operability (Hazop) bermakna sebuah pengujian terstruktur dan sistematis dari sebuah perencanaan atau proses yang sudah ada dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi masalah-masalah yang mungkin menghadirkan risiko untuk personil atau peralatan atau mencegah operasi yang efisien”].

Hazop bisa diimplementasikan dalam refinery
Pabrik refinery biasanya sudah membuat studi hazard operability sebelum memulai aktivitasnya

F.A Gunawan (2016) memberikan catatan “metode ini (Hazop) berupaya mengidentifikasi bahaya dan risiko dengan cara memperkirakan segala kemungkinan penyimpangan terhadap parameter proses operasi”

Sejarah Hazop

Trevor A Kletz, seorang pakar teknik kimia,telah menguraikan sejarah dipakainya Hazop dalam publikasinya di tahun 1997.

Kletz memulai ceritanya di tahun 1963 di Imperial Chemical Industries atau ICI (Kletz pernah bekerja di perusahaan tersebut). Saat itu, Divisi Kimia Organik Berat (Heavy Organic Chemical) / HOC)  dari ICI sedang mendesain sebuah pabrik untuk memproduksi fenol dan aseton dari kumena (C9H12). Tujuan Departemen Engineering pada saat itu adalah mencapai biaya kapital yang minimum (bukan biaya lifetime minimum atau keuntungan maksimal) dan ternyata bagian-bagian desain telah dipangkas untuk semua fitur yang dianggap tidak penting.

Pada saat itu juga, metode studi yang sangat populer disebut sebagai “critical examination” yang merupakan teknik formal untuk menguji sebuah aktivitas dan menghasilkan alternatif dengan bertanya:

  • Apa yang dicapai? (What is achieved?)
  • Hal lain apa yang bisa dicapai? (What else could be achieved?)
  • Apa yang seharusnya dicapai? (What should be achieved?)
  • Bagaimana cara mencapainya? (How is it achieved?)
  • Kapan bisa dicapainya? (when is it achieved?)
  • Di mana bisa dicapai? (Where is it achieved?)
  • Siapa mencapai itu? (Who achieves it?)

Manager produksi memutuskan untuk melihat apakah metode critical examination dapat diaplikasikan untuk desain dari pabrik fenol guna mendeteksi kekurangan dalam desain dan mencari cara terbaik mengeluarkan uang ekstra yang mungkin tersedia.

Sebuah tim yang beranggotakan 3 orang ditunjuk: 2 anggota senior dari tim start-up dan seorang ahli dalam bidang critical examination. Tahun 1964, mereka bertemu selama 3 hari penuh per minggu selama 4 bulan, guna menguji diagram pabrik fenol dan menghabiskan kertas yang teramat banyak dengan berbagai pertanyaan dan jawaban.

Mereka menemukan bahwa banyak bahaya potensial dan problem operasi yang tidak bisa dilihat, sehingga mereka memodifikasi tekniknya. Mereka datang dengan sebuah ide baru yang mirip dengan Hazard Operability sekarang, meskipun seiring waktu metode Hazard Operability akan dikembangkan kemudian.

Beberapa bulan sebelum studi terkait fenol di divisi Heavy Organic Chemical dilakukan, Divisi Mond ICI (belakangan lebih terkenal sebagai Divisi Kimia dan Polimer ICI) di Wilayah Runcorn menggunakan teknik yang mirip tapi lebih singkat pada sebuah pabrik semi teknis. Saat itu, tim terdiri dari 4 orang yang bekerja selama 21 jam (1/4 waktu dari studi yang dilakukan pada studi HOC di ICI sebelumnya) dan memungkinkan mereka mengklaim sebagai yang pertama melakukannya di lapangan.

Departemen Central Work Study ICI di London memainkan peranan penting untuk mengintegrasikan form Hazop dari Mond dan HOC dan menyebarkan pengetahuannya ke internal perusahaan. Sebuah laporan pada tahun 1964 menyebutkan bahwa telah jelas perbedaan antara Hazop dan critical examination:

Suppose one significant word in the description of a process is ‘Stirred’, and take the guide-word Eliminate, i.e. No Stirring. In a normal (critical) examination of the process one would be looking at the necessity to stir, and recording possible advantages and disadvantages of not doing so. In Hazard Investigation [that is, what we now call Hazop], on the other hand, one is seeking possible causes of such a situation (e.g., motor not switched on; motor burnt out; paddle blades broken; etc), and what hazards to personnel, plant, or product might happen as a result of it (e.g., intense local heating with off-spec, product and loss of batch; possible risk of explosion; if product coagulates plant may have to be stripped down; etc).’

Terjemahan bebas:

Bayangkan sebuah significant word (ini adalah bagian dari metode Hazop, kita akan mendisikusikannya pada bagian di bawah) pada deskripsi sebuah proses adalah diaduk (stirred) dan gunakanlah guide-word (ini juga bagian dari metode Hazop) yaitu eliminasi sehingga munculah aktivitas “tidak ada perputaran” (no stirring). Pada metode critical examination, uji proses akan melihat kebutuhan untuk mengaduk dan mengumpulkan data kemungkinan keuntungan dan kerugian dari melakukan demikian. Sedangkan dalam investigasi bahaya (itulah yang saat ini disebut Hazop), pada sisi lain, mencari kemungkinan penyebab dari situasi demikan (seperti motor tidak dinyalakan, motor terbakar, baling-baling rusak; dan lain-lain) dan apa bahaya kepada personel, pabrik atau produk yang mungkiin dihasilkan dari aktivitas itu (seperti pemanasan lokal dengan spesifikasi di bawah ketentuan, kehilangan batch dari produk, kemungkinan risiko ledakan, jika produk mengalami koagulasi maka pabrik bisa saja berhenti produksi, dan lain-lain)

Divisi Mond kemudian mengintegrasikan Hazard Operability ke dalam 6 tahap dari program studi hazard yang sekarang diadopsi di seluruh ICI. Hazop berada di tahap ketiga setelah tahap awal dari desain ke post-commisioning.

Publikasi pertama dalam Hazard Operability pada literatur terbuka adalah paper dari Herbert Lawley yang dipresentasikan di Simposium AICHE Loss Prevention tahun 1973. Hal ini menimbulkan ketertarikan pada awal dan tahapan Hazop sehingga digunakan oleh banyak desain dan operasi dari perusahaan.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Untuk kamu yang selalu kami utamakan.Modal 150rb bisa ikut 3 pelatihan ini ?. SERIUSSS!!

Ini hanya untuk 10 pendaftar pertama, dari pada keduluan yang lain mending kamu daftar sekarang, Segera ambil kesempatan ini.

Mungkin kamu kesulitan, atau butuh informasi terkait pelatihan kami. Tidak perlu sungkan-sungkan. Langsung saja chat kami sekarang :)
WeCreativez WhatsApp Support
HO Marketing
Yuni
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
CostumerCare
Costumer Care
Tersedia