laptop technology ipad tablet

Perspektif media tentang K3

Jurnalis harus menyadari ancaman dari pandemi COVID-19 (c) Tempo.co

Organisasi media masih terfokus pada teror dan intimidasi terhadap jurnalis, tetapi belum terfokus pada isu K3 secara keseluruhan untuk lebih melindungi jurnalis dan pekerja media. Akibatnya pemberitaan media belum mengaitkan isu terkait pandemi dengan K3 dan belum meliput isu pandemi secara komprehensif.”

Wahyu Dhyatmika, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Pemimpin Redaksi Tempo, salah satu media terkemuka di Indonesia

Diskusi media dilakukan bersama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta. Selain terkait laporan ILO dan investasi pemerintah, acara ini juga membahas perspektif media tentang K3. Wahyu Dhyatmika, Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Pemimpin Redaksi Tempo, salah satu media terkemuka di Indonesia, mengakui organisasi media massa belum menaruh perhatian pada K3 bagi jurnalis dan pekerja media. Organisasi media pun belum menganggap isu terkait pandemi sebagai isu K3.

“Organisasi media masih terfokus pada teror dan intimidasi terhadap jurnalis, tetapi belum terfokus pada isu K3 secara keseluruhan untuk lebih melindungi jurnalis dan pekerja media. Akibatnya pemberitaan media belum mengaitkan isu terkait pandemi dengan K3 dan belum meliput isu pandemi secara komprehensif,” kata Wahyu.

Namun, lanjutnya, beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan perlindungan jurnalis. Salah satunya melalui penerbitan pedoman protokol keselamatan bagi jurnalis. “Kami berharap dapat terus meningkatkan kesadaran di kalangan jurnalis dan organisasi media tentang masalah penting ini sehingga ini akan menjadi bagian dari kebijakan Dewan Pers Nasional,” ia menambahkan.

Perspektif pekerja dan pengusaha

Webinar K3 2021

Melengkapi penjelasan tentang ketangguhan dan investasi K3, Webinar K3 yang dilakukan bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan menyoroti upaya bersama yang dilakukan oleh pekerja dan pengusaha. Fransiskus Sales Sudaryono, Komite K3 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Djoko Wahyudi, Ketua Panasonic Manufacturing Indonesia dari Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi), membagikan pengalaman mereka.

Pemerintah berkomitmen untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Baik pengusaha dan pekerja harus menjadi bagian dari komitmen tersebut untuk mempercepat penerapan K3, berinvestasi dalam program K3 jangka panjang dan memastikan keberlangsungan usaha serta perlindungan pekerja.”

Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengembangan K3 Kementerian Ketenagakerjaan

Fransiskus mengakui bahwa sebelum pandemi COVID-19, perusahaan cenderung terfokus pada masalah keselamatan dan bukan pada masalah kesehatan. Namun untuk mencegah penularan virus di tempat kerja, perusahaan anggota Apindo kini telah menaruh perhatian pada keselamatan dan kesehatan kerja dengan membentuk Satgas COVID-19. Perusahaan-perusahaan tersebut juga telah memanfaatkan teknologi untuk melakukan deteksi kesehatan dan penelusuran kontak.

“Selain komunikasi harian dan patroli kesehatan di tingkat perusahaan, kami juga menggunakan aplikasi seluler untuk memastikan kondisi kesehatan pekerja serta memantau jarak dan penelusuran. Kami bekerja sama dengan serikat pekerja untuk melindungi pekerja dan menjaga kelangsungan usaha,” ujarnya.

Upaya serupa juga dilakukan Djoko. “Kami bekerja sama dengan manajemen untuk mengintegrasikan protokol COVID-19 ke dalam kebijakan K3 perusahaan tentang“ nol kecelakaan dan nol kasus COVID-19 ”. Kami juga mendukung penyesuaian-penyesuaian kerja dengan memastikan jarak fisik, sirkulasi udara yang lebih baik, sanitasi dan lain sebagainya,” tukas Djoko.

Selain kebijakan dan penyesuaian tempat kerja, tambah Djoko, serikat pekerja juga melakukan upaya untuk mendukung kesejahteraan pekerja dan masyarakat sekitar. “Kami memberikan bantuan dan fasilitas sosial bagi pekerja dan kami juga menjamin keselamatan masyarakat sekitar dengan menyelenggarakan sanitasi.”

Keterlibatan aktif pengusaha dan pekerja juga menjadi pesan utama yang disoroti Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Pengawasan Ketenagakerjaan dan Pengembangan K3 Kementerian Ketenagakerjaan, dalam sambutannya. “Pemerintah berkomitmen untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Baik pengusaha dan pekerja harus menjadi bagian dari komitmen tersebut untuk mempercepat penerapan K3, berinvestasi dalam program K3 jangka panjang dan memastikan keberlangsungan usaha serta perlindungan pekerja.”

Sumber : https://www.ilo.org/jakarta/info/public/pr/WCMS_789636/lang–en/index.htm

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 Hari Lagi Promo DihentikaanSegera Putuskan, Ambil Promo Ini. Ahli K3 Umum Hanya Segini !!!

Mana ada training ahli K3 umum segini ?. Kamu adalah orang yang spesial, sebagai generasi penerus yg penuh karya. Maka kami harus selalu mendukungmu. Ayo daftar, dapatkan promonya !

Mungkin kamu kesulitan, atau butuh informasi terkait pelatihan kami. Tidak perlu sungkan-sungkan. Langsung saja chat kami sekarang :)
WeCreativez WhatsApp Support
CostumerCare
Costumer Care
Tersedia
WeCreativez WhatsApp Support
Head Marketing Officer
Meydia
Jauh